Kata-kata sang penemu itu selalu terngiang dan memotivasinya untuk mempelajari seluk-beluk mengenai energi. Eksperimen membuat Thomas menemukan bola lampu yang menghasilkan energi cahaya. Gamma kemudian terpacu untuk berbuat sesuatu. Ia terus mencari informasi di dunia maya mengenai energi, hingga menemukan micro hydro adalah sumber energi yang ramah lingkungan yang relatif lebih mudah dibangun namun mampu menjaga kelestarian alam sekitarnya. Gamma kemudian berkeinginan untuk membangun Micro Hydro dan meyakini teknologi itu bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia. Terlebih lagi ketika mendapat tugas dari sekolah untuk mengembangkan proyek pribadi, Gamma memilih proyek Micro Hydro sebagai tugas sekolahnya.

“Saya ingin melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat Ciptagelar. Melalui proyek ini, saya berharap akan semakin banyak masyarakat desa di sana yang memiliki akses terhadap listrik. Sehingga keberadaan listrik akan ikut menumbuhkan usaha-usaha kecil yang bermanfaat bagi peningkatan ekonomi desa,” ungkap Gamma di sela-sela presentasinya."

Institusi Bisnis Kerakyatan (IBEKA) menjadi pengalaman pertamanya dalam mempelajari pembangkit Micro Hydro. Kemudian di CV. Cihanjuang Inti Teknik ia belajar teknis pembuatan pembangkit ini dan mengetahui Micro Hydro juga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya.Dalam proses pencarian lokasi proyeknya Gamma sangat tertarik dengan sebuah desa yang terpencil di mana masyarakat Kasepuhan Ciptagelar tinggal. Kasepuhan Ciptagelar merupakan sebuah kampung adat yang disebut juga sebagai kasepuhan Banten Kidul. Pada hari Kamis (12/11/2015), Gamma mempresentasikan Microhydro for Indonesia Project di @America, Pasific Place lt. 3 SCBD Jakarta, di depan sekitar 200 orang termasuk siswa dari sekolah-sekolah di Jabotabek.Dikutip dari Liputan6.com, Sabtu, acara dibuka oleh Karen Schinnerer, sebagai officer Kedutaan Besar Amerika dan sekaligus direktur @america. Turut hadir dalam acara ini Direktur Yayasan Adaro Bangun Negeri, Okty Damayanti, dan perwakilan dari Sekolah Global Jaya, Poppy Novita. Lebih lanjut, Gamma menargetkan pembangkit microhydro berkapasitas sekitar 30 – 40 MW, yang rencananya akan beroperasi Juli 2016. Gamma sangat terbuka untuk mengikutsertakan banyak pihak terutama teman-teman seusia Gamma untuk menyempurnakan proyek ini.

“Kami turut bangga dengan proyek yang diinisiasi oleh Gamma, yang akan dipersembahkan untuk masyarakat desa Kasepuhan Ciptagelar. Semoga Microhydro Project for Indonesia dapat menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk terus belajar dan akhirnya mampu berkontribusi nyata dengan melakukan sesuatu untuk sebuah perubahan yang lebih baik,” ujar Poppy.

Dikutip dari: http://www.solopos.com/2015/11/15/kisah-inspiratif-siswa-sma-ini-kembangkan-micro-hydro-untuk-desa-tertinggal-661238