Adviser PT. Renerpha Energi Utama, M.Mangisara Lubis menjelaskan, Sungai Ciherang yang memiliki panjang i puluhan kilo meter. Rencananya hanya 2 kilometer saja yang dimanfaatkan untuk membangun fasilitas aliran sungai sebelum sampai ke power house yang berfungsi untuk memutar turbin. Diharapkan turbin yang diputar akan dapat menghasilkan aliran listrik sebesar 1,5 Mega Watt.

“Untuk memutar turbin, kami butuh air 3 meter kubik per detik,” kata Lubis usai meresmikan peletakan batu pertama proyek pembangunan PLTMH Ciherang, Rabu (27/5).

Warga dan petani kata dia, tidak perlu khawatir dampak dari pembangunan pembangkit listrik mikro ini. Karena air yang dimanfaatkan bukan untuk diambil, melainkan tetap seperti biasanya. Petani dan warga setempat tetap bisa menikmati air sungai Ciherang tanpa terganggu dengan adanya pembangkit listrik ini.

“Justru nanti masyarakat disini bisa lebih mudah mengakses air dari sungai. Karena aliran sungainya kita maksimalkan. Di power house untuk memutar turbin, air akan keluar lagi dan mengalir seperti biasanya,” jelasnya.

Pengerjaan proyek pembangit mini hidro ini kata Lubis, diupayakan rampung pada tahun 2016 mendatang. Rencananya, listik yang dihasilkan ini untuk menjaga stabilitas pasokan listrik warga Purwakarta, Jawa dan Sumatra. Dengan adanya pembangkit listrik ini, diharapkan warga Purwakarta dapat terhindar dari kejadian mati lampu karena akan mendapatkan pasokan listrik dari PLMTH Ciherang. (Awd)

Dikutip dari:

http://jabar.pojoksatu.id/pantura/2015/05/28/purwarkarta-bangun-pembangkit-listrik-15-mega-watt/